Info,Article
Tiga Skenario Evakuasi SAR Sukhoi
VIVAnews - Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) telah mengkoordinasikan proses evakuasi pesawat Sukhoi Jet 100 yang diduga hilang di Gunung Salak, Jawa Barat. Ada tiga skenario yang ditempuh sejak pesawat itu resmi dinyatakan hilang mulai pukul 18.20, Rabu 9 Mei 2012.
Hendra Sudirman, Kepala Seksi Operasi SAR Nasional, menyatakan Tim SAR baru melakukan operasi penuh mulai pukul 18.20. "Berdasarkan perkiraan, jumlah avtur diperkirakan bisa bertahan sampai masa itu," katanya di Desa Cidahu, Bogor, Rabu malam.
Kontak terakhir dengan pilot pesawat pada pukul 14.33. Saat itu, posisi pesawat berada di koordinat 06,4308 lintang selatan dan 106,4315 bujur timur. Kemudian, prediksi terakhir posisi pesawat diduga pada 06,90023 lintang selatan dan 92,57092 bujur timur.
"Itu berdasarkan tangkapan Lanud Atang Sanjaya, Bogor," kata Hendra.
Pukul 14.33 itu, pilot meminta turun dari ketinggian 10.000 meter ke 6.000 kaki. Kecepatan pesawat 25 knot.
Kepala SAR Jakarta I Ketut Purwa menyatakan, pesawat diduga jatuh akibat cuaca buruk dan gangguan teknis. "Hasil koordinasi dengan BMKG, saat itu sedang hujan dan berkabut," katanya.
Berdasarkan informasi itu, Tim SAR membuat rumusan tiga skenario penyelamatan. Skenario pertama, posko dibuat di dekat Puncak Kawah Ratu yang berjarak 3 kilometer titik yang diduga lokasi jatuh. "Ada satu helipad, bekas eksplorasi geotermal Chevron," kata Purwa. "Bisa didarati dua macam heli, Bell dan Bolcow."
Skenario kedua, posko di Lapangan Batu Tapak. Jaraknya 5 kilometer titik perkiraan lokasi. Kelebihannya, dekat dari rumah sakit sehingga memudahkan evakuasi jika ada penumpang yang perlu mendapat perawatan.
Skenario Ketiga, menggunakan lapangan Cidahu sebagai helipad.
Malam ini juga, 12 orang anggota Tim SAR sudah berangkat di bawah koordinator Dedi Setiawan untuk mengecek kondisi helipad di Puncak Kawah Ratu. "Memastikan lokasi helipad di Puncak Kawah Ratu layak atau tidak," kata Purwa.
Sementara itu di Bogor, ada 711 personel Brimob Polda Jawa Barat, Polres Bogor, TNI Yon 315, Yon Kopassus, Kodim, Lanud Atang Sanjaya, PMI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Tanggap Bencana dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) bersiap. Mereka akan dibagi jadi 30 tim pencarian yang akan dipusatkan di sekitar Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan. Pukul 05.00 pagi, mereka mulai bergerak mencari. (eh)
Sukhoi Hilang Saat "Joy Flight" Kedua
VIVAnews - Pesawat Sukhoi Superjet 100 berpenumpang 50 orang, termasuk awak dan penumpang, yang hilang sekitar pukul 14.50 WIB di kawasan Bogor, merupakan demo flight kloter kedua. Pada kloter pertama, pesawat yang sama berhasil terbang sekitar 40 menit.
"Dalam misi pertama, terbang kurang lebih 35 sampai 40 menit. Dari take off sampai landing berjalan lancar," kata Sunaryo dari PT Trimarga Rekatama, perusahaan agen Sukhoi Indonesia dalam keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu 9 Mei 2012.
"Dan turut melaksanakan replacement, istirahat sebentar para kru." Pesawat yang hilang kontak ini baru tiba di Indonesia pada Selasa petang 8 Mei 2012, sekitar pukul 16.00 WIB di Lanud Halim Perdanakusuma. "Misi ke Indonesia akan melaksanakan demo flight."
PT Trimarga Rekatama mengundang 100 orang untuk dapat menikmati Joy flight pesawat buatan Rusia ini. Semua undangan disebutkan hadir sejak pagi hari untuk mengikuti penerbangan yang dibagi dalam dua kloter.
Pesawat Sukhoi yang hilang itu ditumpangi 50 orang yang terdiri dari 8 awak dari Rusia dan 42 penumpang. Lokasi hilang kontak terakhir berada di kawasan Gunung Salak, perbatasan Bogor-Sukabumi.
Pencarian dilakukan melalui udara dan jalur darat. Pencarian lewat udara hari ini sudah dihentikan karena cuaca buruk. Pencarian berikutnya akan dilanjutkan besok pagi melalui dua jalur. (eh)
Penumpang Sukhoi Ditanggung Asuransi Rusia
VIVAnews- PT Trimarga Rekatama selaku agen yang mewakili Sukhoi di Indonesia menjelaskan semua penumpang yang turut serta dalam penerbangan pesawat Sukhoi Superjet-100 (SSJ-100) akan ditanggung asuransi dari Rusia jika menjadi korban.
Wakil dari PT Trimarga Rekatama, Sunaryo mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan pihak Sukhoi Rusia, bahwa asuransi penumpang akan ditanggung Sukhoi Rusia. "Itu sesuai prosedur asuransi Rusia," ujarnya dalam konferensi pers di Halim Perdana Kusumah, Rabu, 9 Mei 2012.
Trimarga Rekatama merupakan representatif atau agen yang ada di Indonesia sebagai pendukung Sukhoi dengan maskapai yang akan membeli pesawat tersebut. Dalam demo penerbangan ini, Trimarga mewakili Sukhoi mengundang kepada para pebisnis yang bergerak di bidang penerbangan 100 orang. Namun dalam penerbangan yang selanjutnya hilang kontak itu, pesawat itu mengangkut 50 orang, yang terdiri dari 42 undangan dan 8 kru pesawat.
Untuk pencarian korban, Trimarga terus berkoordinasi dengan pihak Basarnas dan menyiapkan semua fasilitas yang diperlukan untuk pencarian pesawat dan penumpangnya. "Kita siapkan satu posko di lokasi pencarian di Gunung Salak," ujarnya.
Pesawat itu hilang kontak pada pukul 14.33 WIB setelah lepas landas dari Halim Perdanakusumah. Hingga malam ini keberadaan pesawat Sukhoi Superjet-100 (SSJ-100) yang hilang kontak dan nasib 50 orang di dalamnya belum diketahui. (eh)
Evakuasi Darat Dilakukan Tiga Wilayah
VIVAnews- Tim evakuasi dari Basarnas dan kepolisian baik dari Bogor, Sukabumi, dan Cianjur masih berkoordinasi untuk melanjutkan pencarian esok hari. Pencarian malam ini dihentikan karena cuaca tidak memungkinkan.
"Malam ini kami tidak melakukan pencarian karena cuacanya tidak memungkinkan," ujar Kapolsek Pamijahan, Bogor, Rabu, 9 Mei 2012.
Ia mengatakan timnya akan melakukan pencarian besok pagi, Kamis, 10 Mei 2012 akan melakukan pencarian yang dimulai dari derah Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan Bogor.
Sementara Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan kepolisian menyiapkan tim pencarian dari Sukabumi dan Cianjur. Menurutnya meski memasuki wilayah Bogor, Gunung Salak juga meliputi tiga wilayah, "Sehingga kita siapkan kemungkinan yang terjadi di dua wilayah ini. Karena kaki Gunung Salak pun berada di Sukabumi dan sebagian Cianjur," papar Martinus saat dihubungi VIVAnews.
Martinus menyatakan, info hilang kontaknya pesawat itu diterima Kapolres Bogor sekitar pukul 16.40 WIB dari Pangko ops AU di Lanud Halim yang menyatakan pesawat jenis Sukhoi SuperJet-100 (SSJ-100) hilang kontak.
"Dari perintah Pangko ops AU Kapolres meneruskan laporan ke Kapolda untuk kemudian dikordinasikan persiapan evakuasinya," ujar.
Hingga malam ini, kordinasi yang dipusatkan di Mapolres Bogor yang diikuti Basarnas, TNI AU, TNI AD, Polda Jabar, WANADRI, PMI, Pemerintah Kab. Bogor serta perwakilan pecinta alam di Bogor masih berlangsung. (eh)
Sukhoi Terbang 14.12, Hilang Kontak 14.33 WIB
VIVAnews -- Koordinat hilangnya pesawat Sukhoi Superjet-100 (SSJ-100) sudah diketahui, di sekitar Gunung Salak. Namun, seperti apa kondisi pesawat baru itu dan nasib 50 penumpangnya masih teka-teki.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya Daryatmo mengatakan, tim sedang menuju ke lokasi koordinat hilangnya pesawat, heli yang sebelumnya dikirimkan harus kembali ke pangkalan karena cuaca buruk.
"Pesawat take off ke Pelabuhan Ratu pukul 14.12, lost contact 14.33, sekitar 12 menit (setelah terbang)," kata Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya Daryatmo soal kronologi hilangnya pesawat buatan Rusia itu.
Dari informasi yang diperoleh, sesaat sebelum hilang kontak pesawat sempat menghubungi petugas kontrol. "Minta turun 10.000 ke 6.000 kaki," tambah dia.
Sekarang, dia menambahkan, Basarnas sedang menunggu informasi dari tim penyelamat yang sedang menuju ke Gunung Salak. "Untuk sampai puncak memerlukan waktu, siapa tahu ada informasi dari masyarakat, dari pihak manapun," tambah dia.
Info masyarakat dalam bentuk apapun, kata Daryatmo, menjadi hal yang berharga. "Kami jadikan analisis, segera mungkin diketahui untuk melaksanakan pertolongan atau evakuasi," tambah dia.
Sukhoi sipil hilang kontak pada koordinat 06.43.08 S dan 106.43.15 BSN. Di sekitar Gunung Salak. Sebelumnya, Atase Pers Kedutaan Besar Rusia, Dmitry Solodov mengatakan, pesawat tersebut hilang saat melakukan demonstrasi terbang sesi kedua.
Indonesia adalah negara keempat yang dikunjungi selama safari ke enam negara Asia. Sebelumnya pesawat telah mengunjungi Myanmar, Pakistan dan Kazakhstan. Setelah Jakarta, ia direncanakan mengunjungi dua negara lain, Laos dan Vietnam. (eh)
Cari Sukhoi, Tim Tembus Gelapnya Gunung Salak
VIVAnews -- Hingga malam ini keberadaan pesawat Sukhoi Superjet-100 (SSJ-100) yang hilang kontak dan nasib 50 orang di dalamnya belum diketahui.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya Daryatmo menjelaskan, setelah mendengar informasi adanya pesawat hilang kontak, pihaknya langsung menerbangkan dua helikopter. "Super Puma dan Bolkow dari Halim Perdanakusuma dan Atang Jaya," kata dia dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu 9 Mei 2012.
Karena cuaca tak memungkinkan, awan pekat, angin kencang, helikopter balik kanan. "Pencarian akan dilanjutkan pagi, sepagi mungkin kalau cuaca memungkinkan," tambah dia.
Malam ini, ia menambahkan, Basarnas mengandalkan tim dari TNI Angkatan Udara, Basarnas, dan Kepolisian yang jumlahnya cukup banyak. "Menuju tempat yang kami duga, koordinat terakhir pesawat lost contact. Di sekitar Gunung Salak," tambah dia. Namun, untuk mencapai puncak membutuhkan waktu.
Sebelumnya, salah satu warga Tenjolaya, Juanda mengatakan, pada pukul 15.00 WIB, ia melihat sebuah pesawat besar berwarna putih melewati arah Gunung Salak. "Pesawat besar itu kelihatannya miring terus dan suaranya agak kasar bergemuruh," ujarnya kepada VIVAnews di Tenjolaya, Bogor, Rabu, 9 Mei 2012.
Menurut Juanda setelah melihat pesawat itu miring dan lurus, tidak lama lagi kemudian menghilang yang mengarah ke Gunung Salak. "Tidak lama kemudian kami mendengar kabar ada pesawat hilang di Gunung Salak," ujarnya.
Pesawat Sukhoi tersebut tiba di Indonesia pada 9 Mei 2012. Ini adalah negara keempat yang dikunjungi selama safari ke enam negara Asia.
Sebelumnya pesawat telah mengunjungi Myanmar, Pakistan dan Kazakhstan. Setelah Jakarta, ia direncanakan mengunjungi dua negara lain, Laos dan Vietnam. (eh)
Jaksa Agung: Berkas Siti Fadilah Tak Lengkap
VIVAnews - Jaksa Agung Basrief Arief menyatakan bahwa pihaknya telah menerima berkas dari tersangka korupsi alat kesehatan di Kementerian Kesehatan tahun 2005, Siti Fadilah Supari. Basrief menyebut penyelidikan terhadap kasus mantan Menteri Kesehatan itu sampai saat ini belum lengkap.
"Rasanya sudah diberikan P18," kata Basrief di Gedung Kejagung, Jakarta, Rabu 9 Mei 2012.
Oleh karena belum lengkap, kejaksaan akan mengembalikan berkas tersebut ke Mabes Polri untuk kemudian dilengkapi. Namun demikian, Basrief mengatakan tidak tahu secara pasti waktu pengembaliannya.
"P19-nya saya belum tahu mungkin hari ini atau apa tadi," ujarnya.
Sebelumnya, pengacara Siti Fadilah, Yusril Ihza Mahendra mengemukakan pihaknya secara jelas sudah mengetahui status kliennya itu sebagai tersangka. Yusril menyatakan tidak mempersoalkan lagi hal tersebut. Mereka pun memilih untuk menunggu proses hukum selanjutnya.
"Tinggal kita melihat hasil penelitian Kejaksaan Agung. Apakah perkara ini cukup alasannya untuk diteruskan atau dihentikan. Harus ada alat bukti yang kokoh untuk dilimpahkan ke pengadilan. Kalau tidak cukup dihentikan," ucapnya. (eh)