Imigrasi Sukabumi Bantah Ada Oknum Nakal
VIVAnews - Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi, Yayat Indiana, membantah anggotanya terlibat dalam sindikat trafficking terkait kematian seorang warga, Tini bin Suherman, di Malaysia. Kendati demikian, Yayat berjanji akan menindak tegas setiap oknum di kantornya.
“Kita bekerja sesuai standar operasi yang berlaku. Untuk permasalahan Tini TKI yang meninggal di Malaysia semua ijinnya sudah sesuai,” tegasnya.
Ia menambahkan pihaknya akan melakukan penyelidikan mengenai informasi keterlibatan anggota kantor imigrasi dalam permasalahan ini. ”Kita akan tindak tegas bila ada anggota yang memang terlibat,” paparnya.
Dugaan adanya oknum di kantor imigrasi diungkapkan oleh suami Tini, Iya Iskandar. Dia mengatakan sponsor yang membawa Tini, bernama Andi, mengaku memiliki banyak kenalan di kantor imigrasi. "Ketika mengantar istri saya bikin paspor, mas Andi dan anggota imigrasi ngobrol akrab,” ungkap Iya.
Paspor dan visa Tini oleh Andi, jelas Iya, dibuat dengan alasan untuk mengunjungi keluarga mereka di Malaysia. Padahal Iya mengaku tidak memiliki seorangpun kenalan di Negeri Jiran. Nyatanya, sesampainya di Malaysia, Tini bekerja sebagai pembantu di Johar Baru.
Tini dilaporkan meninggal pada 11 Oktober 2011 akibat sakit TBC. Kabar terakhir diperoleh keluarga pada Desember tahun lalu, setelah itu Tini bak hilang tertelan bumi. Saat ini, jenazahnya berada di Rumah Sakit Hutama Aminah, Johar Baru.
Dihubungi secara terpisah, ketua Pemantapan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sukabumi, Elis Nurbaeti, menyangsikan tidak adanya oknum di kantor imigrasi. “Ini sindikat internasional yang sudah menyebar. Saya tidak percaya Tini bisa lolos dari wawancara imigrasi, bila tidak ada yang mengesetnya,” ungkapnya.
Laporan: Eka Permadhi | Sukabumi
• VIVAnews
0 Responses to “Imigrasi Sukabumi Bantah Ada Oknum Nakal”
Post a Comment