Kapolri: Nunun Sulit Ditangkap Sebab...
VIVAnews - Kepala Polisi RI, Jenderal Timur Pradopo membantah ada kekuatan di belakang tersangka kasus cek pelawat, Nunun Nurbaeti Daradjatun.
"Sampai saat ini kerjasama terus berlanjut. Masalah itu (kekuatan di belakang Nunun) tidak ada," kata Kapolri, di Kantor Sekretariat Negara, Kamis 27 Oktober 2011
Menurut Kapolri, pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas bukan ditujukan kepada kepolisian. "Itu bukan ditujukan ke kami," kata Kapolri. Timur mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan KPK dalam memburu Nunun.
Kapolri menambahkan perburuan Nunun lebih sulit ketimbang Nazaruddin lantaran Nunun tidak bicara di media. "Nazaruddin kan bicara. Kami bisa detect. kalau tidak bicara ya kita kerjasama dengan Interpol," kata dia
Sebelumnya, Busyro mengakui KPK kesulitan menghadirkan Nunun di persidangan karena adanya kekuatan tertentu yang melindunginya. Busyro mencontohkan kasus suap wisma atlet dengan tersangka Muhammad Nazaruddin. "Lihat saja kasus Nazaruddin. Karena tidak ada kekuatan tertentu di balik Nazar, jadi dia bisa ditangkap," ujarnya.
Namun, Busyro enggan berkomentar siapa kekuatan besar di balik istri mantan Wakapolri Irjen (purn) Adang Daradjatun itu. "Kami tidak tahu," ujarnya. Apakah kekuatan itu berasal dari polisi? Busyro enggan berkomentar. Dia hanya tertawa saja.
Soal ini, suami Nunun, Adang Daradjatun, juga mengaku tak tahu perlindungan apa yang dimaksud Ketua KPK. "Kok tanya saya, tanyakan saja kepada Pak Busyro kenapa Beliau mengatakan seperti itu. Saya nggak tahu apa sebabnya Busyro menyatakan itu," ujar Adang di DPR RI, Jakarta, Kamis 27 Oktober 2011. (kd)
0 Responses to “Kapolri: Nunun Sulit Ditangkap Sebab...”
Post a Comment