Nostalgia Wapres Boediono di UGM
VIVAnews - Wakil Presiden Indonesia Boediono, mengenang kembali masa-masanya ketika kuliah dan mengajar di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Di hadapan para mahasiswa, Guru Besar Fakultas Ekonomi ini menganggap dirinya lebih pantas dipanggil kakek dibandingkan bapak.
"Panggilan anak-anak ini lebih karena rasa sayang untuk memberikan perhatian pada adik-adikku," kata Boediono di hadapan mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi, di gedung Rektorat UGM, Yogyakarta, Senin, 17 Oktober 2011.
Boediono mengatakan dirinya mengecap pendidikan di UGM sekitar tahun 1960-an. Kala itu biaya pendidikan di UGM sangat murah namun biaya hidup sangat tinggi. "Harga beras tinggi sekali dan pondokan mahal," kata dia.
Boediono mengatakan, dirinya sangat menikmati masa-masa ketika sempat mengajar selama 1,5 tahun. Namun karena mendapatkan beasiswa, dirinya harus menghentikan sementara profesi kecintaannya tersebut.
Beruntung, usai menerima beasiswa, Boediono bisa kembali mengajar di UGM dalam waktu cukup lama. "Ini adalah universitas yang dari dulu merakyat," kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Boediono juga berharap agar UGM bisa meningkatkan kembali porsi mahasiswa tidak mampu yang bisa mengenyam pendidikan di univeritas tersebut. "Tak hanya 20 persen yang berasal dari keluarga tidak mampu tapi sudah 28 persen. Ini bagus sekali dan kalau bisa ditingkatkan," kata Boediono.
Ditambahkannya, pendidikan adalah jalur untuk mobilitas kemampuan yang lebih tinggi. Untuk itu, mahasiswa diharapkan tidak menyiakan waktu belajar yang dimilikinya.
0 Responses to “Nostalgia Wapres Boediono di UGM”
Post a Comment