5:42 AM

Polri: Pasukan di Papua Belum Perlu Ditambah

VIVAnews - Delapan orang tewas dalam rentetan penembakan oleh orang tidak dikenal di Papua dalam dua minggu belakangan. Namun demikian, hingga saat ini Mabes Polri belum berniat menambah pasukannya di Papua.

"Untuk sementara, personel yang sudah ada di sana masih bisa mmengamankan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Pol Ketut Untung Yoga Ana saat berbincang dengan VIVAnews.com, Selasa 25 Oktober 2011.

Namun demikian, lanjut dia, Mabes Polri siap menambah pasukan apabila ada permintaan dari Polda Papua. "Yang mengetahui kondisi persis itu Kapolda. Kalau dianggap perlu ya ditambah, tapi sejauh ini belum ada permintaan. Jadi masih kondusif," kata dia.

Sebelumnya, telah terjadi peristiwa empat penembakan di Papua. Pada Senin 10 Oktober terjadi penembakan karyawan PT Freeport. Satu orang tewas. Kemudian, Jumat 14 Oktober kembali terjadi penembakan terhadap karyawan PT Freeport. Tiga orang tewas dalam kejadian itu.

Selanjutnya pada Jumat 21 Oktober juga terjadi penembakan misterius di kilometer 38 daerah Abepura, Timika. Tiga orang tewas dalam kasus ini. Terakhir, pada Senin 24 Oktober, giliran Kapolsek Mulia, Puncak Jaya, AKP Dominggus Oktavianus Awes, yang menjadi korban penembakan itu.

Menurut Yoga, hingga kini kepolisian masih memburu para pelaku penembakan itu. "Kami belum tahu apakah pelaku rentetan penembakan itu saling terkait satu sama lainnya," kata dia.

• VIVAnews


0 Responses to “Polri: Pasukan di Papua Belum Perlu Ditambah”

Post a Comment