6:11 AM

Sultan Mantu, Sejak Pagi Malioboro Ditutup

VIVAnews - Sultan Hamengku Buwono X telah menikahkan putri bungsunya, Raden Ajeng Nur Astuti Wijareni, dengan Achmad Ubaidillah. Ijab kabul telah diucapkan. Pasangan tersebut resmi menjadi suami-istri.

Rencananya pasangan pengantin kerajaan itu akan dikirab sore nanti, sekitar pukul 15.00 WIB. Meski demikian, akses jalan menuju bangsal Kepatihan yang berlokasi di Jalan Malioboro telah ditutup sejak pagi, mulai pukul 09.00 WIB.

Para pengguna jalan dialihkan ke ruas-ruas jalan yang ada di sekitar jalan Malioboro seperti Jalan Pasar Kembang, Jalan Dr Sutomo dan Jalan Bhayangkara.

Jalan Malioboro, yang merupakan akses jalan utama menuju Keraton Yogyakarta dan Kepatihan, hanya digunakan untuk rombongan tamu VVIP seperti rombongan presiden dan wapres, menteri, duta besar, tamu undangan dari mancanegara yang akan menghadiri resepsi pernikahan di Keraton Yogyakarta usai acara panggih atau ijab kabul.

Pantauan VIVAnews.com,  toko-toko, supermarket, dan mal di sepanjang jalan di Malioboro masih tetap buka seperti biasanya. Begitu pula dengan pedagang kaki lima yang berjualan di emperan toko. Juga Pasar Beringharjo, tetap ramai.

"Sejak tadi pagi jalan Malioboro hingga perempatan kantor Pos Besar memang cukup lengang dan hanya mobil khusus saja yang melewati jalan Malioboro ini," kata Agus Santosa pegawai salah satu hotel di Jalan Dagen, Malioboro, Yogyakarta, Selasa, 18 Oktober 2011.

Agus mengakui,  pernikahan putri Sultan kali ini lebih  meriah dan berbeda dengan pernikahan putri-putri sebelumnya. Bahkan, lanjutnya, sepanjang Malioboro sudah disiapkan angkringan gratis bagi masyarakat yang akan melihat kirab pengantin, meski untuk saat ini tidak semua angkringan sudah siap dengan makanan dan minuman.

AKBP Pudji Astuti, Kabid Humas Polda DIY, menyatakan selama berlangsungnya kirab pengantin semua akses jalan menuju Malioboro ditutup untuk akses kereta kencana dari Keraton ke Bangsal Kepatihan. "Saat kirab pengantin jalan Malioboro akan ditutup hingga selesainya resepsi pernikahan,"kata dia.

Petugas yang diterjunkan khusus untuk pengamanan pada kirab pengantin dari Polda DIY mencapai 1.700 personil dan ditambah pasukan dari TNI dengan total pasukan diatas 3.000 personel. "Kami tempatkan pasukan baik yang berseragam maupun berseragam pada jalur-jalur yang digunakan untuk kirab pengantin dan obyek-obyek vital lainnya,"tandasnya.

Sebelumnya, terkait penutupan Malioboro, Sultan telah menyampaikan maaf pada warga Yogyakarta. "Saya mohon maaf pada masyarakat karena peristiwa tanggal 18 khususnya," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X, Sabtu 15 Oktober 2011.

Sultan mengatakan, kemungkinan pada hari itu warga Yogyakarta akan sedikit terganggu kenyamanannya. Apalagi, jika seputar Malioboro ditutup, kemacetan dipastikan terjadi.

Laporan: Juna Sanbawa| DIY

• VIVAnews


0 Responses to “Sultan Mantu, Sejak Pagi Malioboro Ditutup”

Post a Comment