Wakil Ketua DPR: Jujur, DPR Butuh Gedung Baru
VIVAnews - Wakil Ketua Priyo Budi Santoso mengungkapkan DPR telah membatalkan rencana pembangunan gedung baru dan mengembalikan semua dana yang ada. Priyo menyayangkan pembatalan yang diakibatkan oleh salah komunikasi tersebut.
Ditemui di DPR, Jumat 21 Oktober 2011, Priyo menyerahkan pada pemerintah apakah pembangunan gedung yang baru akan dilanjutkan atau tidak. Sebelumnya, rencana pembangunan ini telah sampai tahap tender.
"DPR terima saja dari pemerintah. Wallahualam. Mau dibangun Alhamdulillah, kalau tidak dibangun kebangetan, kalau boleh jujur kita butuh," kata Priyo.
Gedung baru DPR sebelumnya akan dibangun dengan biaya Rp777 miliar, berdasarkan rekomendasi Kementerian PU. Gedung itu didesain terdiri dari 26 lantai – dipangkas dari rencana semula 36 lantai akibat desakan masyarakat.
Anggaran pembangunan gedung sebesar Rp777 miliar pun sebetulnya telah diminimalisir dari dana semula, Rp 1,1 triliun, karena tekanan masyarakat. Namun pada akhirnya, rencana pembangunan gedung DPR dibatalkan sepenuhnya.
Priyo mengatakan protes dari masyarakat terkait pembangunan gedung baru dikarenakan ada salah komunikasi. "kemarin salah kaprah, ada kolam ikan, kolam renang, spa, ada kekeliruan dalam komunikasi kemarin," ujarnya.
Menurut Priyo, dana pembangunan gedung telah dikembalikan kepada pemerintah. Hal ini, ujarnya, agar dana tersebut tidak terlalu lama berada di DPR, serta untuk menghindari penyalahgunaan. "Angkanya saya tidak tahu, 600 atau 800 (miliar) yang jelas itu dikembalikan," kata Priyo.
0 Responses to “Wakil Ketua DPR: Jujur, DPR Butuh Gedung Baru”
Post a Comment