11:58 AM

Ketinggian Asap Gamalama 1 Kilometer

VIVAnews - Sejak Minggu, 4 Desember 2011 pukul 23.00 WIT, Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara, berstatus "siaga". Sejak itu, kerap terjadi letusan. Gamalama menyemburkan abu dan asap. Debu vulkanik juga memicu banjir lahar dingin di musim hujan.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan, saat ini, meski statusnya masih "siaga", aktivitas Gamalama sudah menurun. "Ketinggian asap sudah di bawah 1.000 meter dari puncak," kata dia, saat dihubungi VIVAnews.com, Sabtu 10 Desember 2011.

Terkait penurunan aktivitas Gamalama, Surono menambahkan, pihaknya telah menandatangani rekomendasi untuk mempertimbangkan pembukaan Bandara Sultan Babullah di Ternate. "Tentu saja dengan memperhatikan aspek keamanan," kata Surono.

Surono menceritakan gunung tersebut berstatus "waspada" sejak Mei 2008. "Lama sekali, begitu naik hanya sampai 'siaga'. Tak perlu ada pengungsian," kata dia.

Lalu, mengapa masyarakat sempat panik dan berbondong-bondong mengungsi? Kata Surono, itu gara-gara running text di sebuah stasiun televisi. "Mengabarkan status Gamalama 'awas'. Masyarakat panik, apalagi waktu itu malam hari, hujan, dan listrik mati. Hanya empat huruf 'a-w-a-s', tapi dampaknya luar biasa."

Sebanyak 2.300 warga mengungsi setelah Gamalama meletus. Mereka ditampung di tiga titik pengungsian, yakni di eks Kantor Gubernur Maluku Utara, Mes Persiter Ternate, dan kantor Walikota Ternate.

Sejumlah pengungsi kini mengeluh sakit. ""Memang sebagian pengungsi telah mengeluh penyakit ISPA, yang diduga akibat banyak menghirup abu vulkanik letusan Gunung Gamalama," kata Wakil Walikota Ternate Arifin Djafar, Kamis malam.

Pengungsi saat ini membutuhkan bahan makanan, family kit, obat-obatan, masker, serta selimut. "Selimut sangat dibutuhkan untuk tidur di malam hari," ujar Arifin. (kd)

• VIVAnews


0 Responses to “Ketinggian Asap Gamalama 1 Kilometer”

Post a Comment