Kisah Pingsannya Nunun Nurbaetie
VIVAnews -- Hari ini Nunun Nurbaeti kembali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Pemeriksa pertama ketika ia dipulangkan dari luar negeri, Sabtu 10 Desember 2011. Pada pemeriksaan yang kedua ini, tidak banyak informasi yang bisa digali karena kesehatan Nunun terganggu.
Sempat beredar kabar bahwa Nunun sempat berteriak histeris dihadapan penyidik KPK.
Saat dikonfirmasi soal ini, juru bicara KPK Johan Budi tidak membantah tapi juga tidak membenarkan kejadian itu. Menurut Johan, informasi yang bisa disampaikan kepada publik bahwa istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu sempat mengeluh sakit.
"Yang pasti saya mendapat informasi bahwa beberapa waktu setelah diperiksa, ia (Nunun) mengeluh seolah ingin pingsan," kata Johan Budi-- sembari menirukan posisi tangan di dada saat Nunun mengeluh kesakitan ---di kantor KPK, Jakarta. Senin, 12 Desember 2011.
Johan menjelaskan Nunun semula dibawa dengan mobil ambulans milik rumah sakit MMC dengan dipapah karena nyaris tidak sadarkan diri. Namun diganti dengan mobil ambulans Toyota Innova hitam. "Karena memang kondisinya lemah jadi dibawa ke rumah sakit," tuturnya.
Mengetahui Nunun pingsan, pengacaranya, Ina Rahman tampak berlari-lari keluar dari gedung KPK. Ina terlihat sangat terburu-buru dan langsung masuk ke dalam mobil. Ketika dikonfirmasi apa yang terjadi, Ina menjawab, "Ibu (Nunun) sakit. Ibu pingsan. Tekanan darahnya naik." Ina sendiri tidak memberikan banyak komentar. "Kita ketemu di RS MMC saja," kata Ina yang langsung beranjak pergi.
Adang Daradjatun dalam keterangan pers yang digelar hari ini kediamannya di Cipete menegaskan bahwa ia mempersilakan KPK memproses istrinya itu. Namun, mantan Wakil Kepala Polri berpangkat Komisaris Jenderal (Purn) itu meminta agar istrinya diperlakukan sesuai koridor hukum. "Satu yang saya ingin ada keadilan, kesetaraan, saya tidak akan melakukan di luar hukum," ujarnya. (Baca keterangan Adang di sini)
• VIVAnews
0 Responses to “Kisah Pingsannya Nunun Nurbaetie”
Post a Comment