SBY Sindir Negara Pelindung Koruptor RI
VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan Indonesia tidak ingin ada negara lain yang menjadi surga bagi koruptor asal Indonesia. Indonesia, kata SBY, ingin negara lain sama seriusnya dalam memberantas korupsi.
"Indonesia tidak ingin ada negara lain yang menjadi save heaven bagi koruptor di Indonesia. Indonesia juga tidak ingin ada negara lain yang menjadi tukang tadah bagi pencuri di Indonesia. Karena itu mari bekerjasama dengan tulus baik ekstradisi maupun kerjasama lainnya,” kata Presiden SBY dalam peringatan Hari Antikorupsi se-dunia di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Jumat 9 Desember 2011.
Saat ini, sejumlah buron kasus korupsi memang berkeliaran di luar negeri, misalnya tersangka suap cek pelawat Nunun Nurbaeti Daradjatun dan tersangka korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) Anggoro Widjojo. “Indonesia dan negara lain harus serius mencegah korupsi," tambah SBY.
Secara khusus, SBY meminta agar peringatan antikorupsi tidak hanya sebatas seremonial saja, tapi harus fokus pada evaluasi hambatan dan tantangan pemberantasan korupsi. “Menjadikan pemberantasan korupsi sebagai agenda untama pemerintah,” tutur Presiden.
Di akhir sambutan, Presiden mengaku telah meneken 165 ijin pemeriksaan untuk pejabat negara yang diduga korupsi. “Saya yakin menteri dalam negeri mengantongi lebih banyak data lagi siapa pejabat negara yang teribat korupsi,” katanya.
Laporan : Puspita Dewi | Semarang, umi
0 Responses to “SBY Sindir Negara Pelindung Koruptor RI”
Post a Comment