Mahasiswa Tuntut Pembebasan 16 Demonstran
VIVAnews - Sebanyak 16 demonstran dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Surakarta diamankan pihak kepolisian pasca aksi solidaritas Bima yang berakhir ricuh, Selasa 27 Desember 2011.
Tindakan aparat keamanan menuai reaksi pihak mahasiswa. Mereka kembali berdemo menuntut aparat kepolisian membebaskan 16 rekannya yang ditahan. Mereka mengancam akan melakukan demo sampai rekan-rekannya dibebaskan.
Ketua Bidang Hikmah IMM Jawa Tengah, Muhammad Aulia mengatakan, aksi demo lanjutan dilakukan untuk menuntut pembebasan kepada para aktivis yang ditangkap pada aksi sebelumnya. "Kami menuntut teman-teman segera dibebaskan. Salah satunya Ketua IMM Solo. Selain itu, ada rekan yang sakit karena dipukuli selama perjalanan dari Pabelan ke Polres Sukoharjo," kata dia, Selasa, 27 Desember 2011.
Para peserta aksi demo, lanjut dia, akan segera membubarkan diri jika rekan-rekan yang ditangkap dibebaskan dan segera dihadirkan di depan aksi demo. "Jangan sampai kita disuruh bubar, namun ternyata rekan-rekan kita tidak dibebaskan," tegas dia.
Sementara itu, Kuasa Hukum IMM, Badrus Zaman menyebutkan terdapat 16 mahasiswa yang ditangkap. Saat ini mereka ditahan di Polres Sukoharjo. "Kami mencoba membebaskan rekan-rekan yang ditahan karena ada yang harus dirawat di rumah sakit," ujar dia kepada VIVAnews.com.
Dalam aksi demo lanjutan tersebut, peserta aksi sempat melakukan penghadangan terhadap salah satu mobil berplat merah dan berwarna biru. Salah satu mahasiswa langsung naik ke kap mobil dan menginjak-injak.
Aksi tersebut langsung dihentikan oleh rekan mahasiswa lainnya. "Musuh kita adalah polisi bukan mobil plat merah," katanya.
Sebelumnya, bentrok antara polisi dan massa mahasiswa dipicu saat puluhan mahasiswa yang menggelar demo di pertigaan itu menghadang sebuah mobil berplat merah.
Mereka meminta kepada pengendara kendaraan untuk keluar. Saat aksi berlangsung, aparat kepolisian dari Pengendalian Masyarakat Polres Sukoharjo pun langsung dihalau dan dibubarkan. Walhasil, terjadi saling pukul antar kedua belah pihak.
Aksi semakin sengit ketika salah satu mahasiswa ditangkap polisi. Sehingga para mahasiswa langsung mengejar petugas yang menangkap rekannya. Polisi tampak mengamankan satu mahasiswa itu ke dalam gedung Balai Sungai Bengawan yang terletak di sisi selatan pertigaan jalur Solo- Semarang.
Laporan: Fajar Sodiq| Solo
0 Responses to “Mahasiswa Tuntut Pembebasan 16 Demonstran”
Post a Comment